decita’s diary


Februari 6, 2008, 1:14 pm
Filed under: Uncategorized

Kaleidoskop 2007

 

Hidup adalah perjuangan…he he he..ini bukan nyontek lirik lagunya Dewa loh, tapi begitulah kesimpulan yang kuambil setelah 12 bulan penuh menjalani tahun 2007. Bulan Januari sampai dengan Agustus adalah bulan di mana saya berkutat dengan skripsi. Fiuhh…salah satu hal yang paling susah dalam menyusun skripsi adalah “Bagaimana kita bisa tetap mempertahankan mood untuk bikin skripsi”. Cari mood bikin skripsi tu susah banget, susahnya hampir sama dengan bikin janji sama Prof. Mi (Sorry buat temen-temen yang dapat dosen pembimbing Prof. Mi,ini adalah salah satu bentuk empati dari diriku, ciehhhh….). Berbagai cara telah saya lakukan untuk ngedapetin mood, mulai dari jalan-jalan ke mall sendirian kayak orang ilang, ngisengin temen-temen, ngontakin temen-temen lama, naksir temen sekelas di kampus, dan lain-lain, hasilnya….nol besar!!! Tapi sukurlah ada satu kata yang bener-bener ampuh, yang bikin mood jadi terpompa, yang bikin jari-jari jadi rajin mencet keyboard, yang bikin mata jadi betah melek, which is…”mepet”. Yakk, date line pendaftaran wisuda Oktober dimajukan. Saking ampuhnya kata itu saya jadi rajin ngunjungin ruang dekan, jadi rajin browsing internet, yang paling penting jadi rajin solat malam.He he he…kegitan yang terakhir ini kulakukan tidak lepas dari petuah temen lama ( Woi.. pak Ustadz, dirimu saya cantumin nih di blog!!!). Alhamdulillah…target tercapai, saya dapat dosen-dosen penguji yang baik-baik, yang memuluskan kelulusan. Mungkin ada sebagian dari temen ada yang sinis terhadap proses kelulusan saya tapi biarlah….rejeki orang kan beda-beda.

Salah satu hal yang paling berharga dari delapan bulan di tahun 2007 yang saya dapat mungkin adalah persahabatan. Proses bimbingan skripsi bikin saya jadi tambah temen yang membawa saya ke sensasi berbeda dari kehidupan kampus. More friends, more experiences, more gossip..he he he….pertemanan beberapa orang cewek pasti tak lepas dari ngomongin gosip dan saya pun jadi tahu kalau si ini begini, si itu begitu. Most of all yang bikin shock adalah kenyataan kalau si anu has ever crush on me, kok bisa-bisanya ya…saya aja gak habis pikir. Anehnya lagi si Anu terang-terangan ngsaya kalau dia ampe bela-belain cukur di salon deket kos gara-gara pengen ketemu saya, he he he…segitunya…jangan-jangan dulu pas ia nganter saya pake mobil temennya juga dalam rangka pedekate. Hua ha ha ha….sayang ya, kita ngga’ berjodoh (Lho kok???). Ok, cukup…cukup…cukup…( Ehm…sorry ya, dulu itu saya nggak nyuruh kamu mampir kos), Cukup!!!

Tahun 2007 juga tidak bebas dari usaha pencomblangan, mulai dari adik kos, mama & papa, mbak kos yang satu ( yang satunya udah kapok nyomblangin), sampe temen baru. Mungkin yang paling membekas adalah usaha temen baru karena bikin semua aspek dalam kehidupan saya berubah 180 derajat. Dunia terasa heboh seheboh pasar malem dan hidup pun jadi semanis tropicana. Sayang, hanya berlangsung sesaat dan dunia pun kembali pada rotasinya semula. I was born to be a labour of love, hue he he… Tapi nggak papa, satu lagi pelajaran berharga saya dapat yang  saya harap bikin saya jadi thoughfull.(Ohh…poor me…).

Setelah wisuda, realita yang sebenarnya akhirnya kuhadapi. Cukup mengagetkan memang, karena kereta saya agak menyimpang dari jalurnya. Aspek cosmik dalam diri agak  tergoncang hingga Yin dan Yang-nya kurang seimbang. Berbagai pengalaman dan pelajaran  saya lalui, yang paling berkesan adalah berbagai trik menghadapai berbagai macam orang yang memiliki karakter dan penyimpangan karakter yang berbeda. Satpam yang SKSD, sekuriti yang sok, temen lama yang reseh bukan main, orang asing yang baik banget, om-om genit, staff HRD yang sensi, preman Pulo Gadung, balita jenius, bocah banyak omong, para borjuis, dsb…dsb…Pokoknya satu fakta yang sangat saya akui adalah Terminal Pulo Gadung lebih menakutkan daripada kuburan manapun. (Untungnya saya punya bakat jadi preman!!!)

Status pengangguran bikin saya jadi banyak temen, he he he…mungkin karena merasa senasib sepenanggungan jadinya semua orang yang saya temui jadi welcome. Ada kejadian lucu, beberapa hari yang lalu, ehm…tapi sebenarnya ini agak sedih sih…begini: waktu papa saya tergolek di rumah sakit saya dapat panggilan tes wawancara. Bukannya seneng, saya malah bingung nerimanya, sampe-sampe mbak-mbak yang nelpon saya jadi ikutan bingung. Karena didesak terus akhirnya saya menyanggupi dan wawancara dilakukan dua hari lagi (sehari setelah Idul Adha). Untung papa saya bisa pulang hari itu juga, hingga tanggung jawab jaga rumah berkurang. Setelah minta ijin, selepas solat id saya pun berangkat ke Semarang dalam keadaan hari hujan dan kendaraan jarang. Firasat terasa tak enak, dan benar…di kos tidak ada siapa-siapa, parahnya pagar digembok it means saya nggak bisa masuk. Ide gila muncul, saya manjat pager lewat kotak sampah, sialnya bak sampak penuh belatung (tanggal merah tukang sampah juga libur???). Baunya ya ampuuun…pokoknya setelah berhasil anjlok dari pagar kerongkongan meronta ingin muntah. Nggak hanya itu, dalam kos kotornya bukan main, trus sepi banget, kayak rumah hantu. Saat itu saya berpikir “lama-lama bisa gila nih gue sendirian di sini sampe besok”. Nggak perlu nunggu lama “kegilaan” pun muncul, saking pengennya nonton TV (Supernatural, khususnya), iseng- iseng saya nyoba buka pintu semua kamar pake kawat (Ide ini muncul gara-gara sering nonton Supernatural juga). Seperti yang diduga, hasilnya nihil. Tapi bukan saya namanya kalau langsung berhenti sampai di situ. Dengan bekal niat yang segedhe gunung dan bismillah, saya mencoba semua koleksi kunci yang saya punya ( kunci-kunci yang nggak kepake saya kumpulin semuanya) di semua pintu kamar. Sebenarnya tidak ada harapan khusus, usaha ini saya lakukan cuma untuk mengesahkan bahwa “nothing to do “ lagi untuk bisa nonton TV. Tapi Tuhan berkata “nothing is impossible”, akhirnya pas kunci saya putar di pintu kamar sebelah terdengarlah bunyi “klik”, beberapa detik kemudian saya menari-nari kayak orang Indian minta hujan.

Pagar yang terkunci bikin saya malas untuk keluar cari makan, gengsi dong kalau harus manjat pagar lagi. Apa coba kata orang kalau lihat cewek cakep, pakai jilbab, manjat pager, lagipula untuk tidak dilihat orang adalah hal yang sangat tidak mungkin di mana kos saya letaknya di pinggir jalan yang padat. Di tambah lagi aroma belatung dari sampah-sampah penjual penyet sialan di depan kos bikin muntah. Untungnya saya ingat kalau sebelum pulang ke rumah dulu sempat belanja ransum cukup banyak. Pas lihat persediaan yang tersisa Cuma tinggal mi instan dan kue-kuenya sudah lenyap entah kemana (hayo ngaku, siapa yang ngambil cracker-ku???). Selama nunggu jam tayang Supernatural saya harus puas makan mi yang tentu saja kurang mengenyangkan. Sayangnya lagi, hari itu Supernatural tidak ditayangkan karena ada acara perayaan Idul Adha, Subhanallah…Mungkin Tuhan tahu kalau supernatural ditayangkan saya jadi parno karena berada di kos sendirian.

Perjuangan tidak berhenti sampai di situ, paginya saya bela-belain berangkat jam 6 kurang (wawancara jam 9), biar nggak ada yang lihat waktu saya manjat pager. Dengan lapar yang tertahan karena belum sarapan  saya tutupi muka saya dengan pasmina warna pink biar bau belatung tak tercium. Lalu saya ambil kursi depan agar kaki saya bisa menapak di sekat-sekat pagar yang lumayan tinggi. Setelah yakin bahwa nggak ada satu pun yang melihat, saya pun memanjat pagar dengan kekuatan mi instan semalam. Alhamdulillah…perasaan terasa plong waktu saya berhasil keluar kos. Saat pertama kali saya menapakkan kaki di luar kos saya baru sadar kalau ada yang melihat saya, tetangga sebelah dan beberapa orang yang lari pagi. Saya Cuma nyengir, lalu dengan ekspresi seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa, saya melepas pasmina dan mengganti sandal cepit yang saya pakai dengan sepatu resmi. Setelah itu sebenarnya saya ingin sarapan, tapi berhubung masih dalam suasana liburan belum ada satupun warung yang buka. Akhirnya saya pun meneruskan perjalanan ke tempat wawancara yang dalam keadaan normal bisa ditempuh dalam waktu 45 menit. Tapi karena Pak sopir pengen bisnya penuh perjalanan molor menjadi 90 menit. Masalah terjadi waktu saya ingin turun, si kernet dengan alasan jarak saya terlalu dekat dan bis itu adalah bis antarpropinsi  bersikeras menurunkan saya ke terminal terdekat (jaraknya kurang lebih 20 km dari tujuan saya). Saya pun berontak, dengan nekat saya tempel si kernet di pintu dan saya omeli habis-habisan. Mungkin karena nggak tahan dengan suara saya dia pun menyerah dan menurunkan saya di tengah jalan sambil balik ngomel-ngomel. Dalam hati saya tertawa, tapi ternyata si sopir juga kesal dengan saya dan tanpa merasa bersalah membuang  asap bus di muka saya (Astaghfirullah..). Tapi pertolongan segera datang, seorang bapak-bapak dengan tiba-tiba menawarkan bantuan , beliau membantu saya menyeberang di lalu lintas yang padat, menghentikan angkot yang menuju tempat tujuan saya, dan membisikkan berapa ongkos yang harus saya bayar biar saya tidak dikibuli oleh kernet angkot. Haaah…akhirnya wawancara pun berhasil  saya lalui dan ternyata lebih lama dari yang saya duga. Saat saya berada di bus dalam perjalanan pulang ke rumah rasa lega dan puas membuncah di dada, mungkin  saya belum sukses dalam mendapatkan pekerjaan kala itu, tapi saya merasa telah sukses menjalani apa yang harus saya hadapi saat itu meskipun banyak di antaranya yang kurang menyenangkan.

Semoga di tahun 2008 saya mendapatkan semua yang menjadi harapan dan keinginan saya.   



LULUS!!!!
September 3, 2007, 8:50 am
Filed under: Uncategorized

horeeee!!! aku udah lulus.thanks buat teman-teman yang sudah mendoakan, mendukung, & menunggui waktu ujian. thaaaankssss a lot!!! I made it!!!!



Doakan Saya
Agustus 13, 2007, 8:47 am
Filed under: Uncategorized

Teman-teman yang saya sayangi, dengan tulisan ini saya memberithukan bahwa  saya telah mendaftar ujian skripsi. Maka dari itu, dengan tulisan  ini pula Saya memohon doa dari teman-teman sekalian semoga  Saya berhasil mengikuti ujian dengan  lancar  tanpa hambatan suatu apapun  dan berhasil lulus  dari program S1  Ilmu Ekonomi studi Pembangunan. Amin.



Lagu Minggu Ini
Agustus 3, 2007, 9:03 am
Filed under: Uncategorized

He he he…minggu ini nggak tau kenapa jadi melankolik, jadi mendayu-dayu…Buat siapa aja coba deh dengerin lagu ini di kamar, malam-malam sekitar jam 12 teng! sambil bayangin someone special yang mungkin sudah beyond our reach. Dengarkan…rasakan…yang terjadi selanjutnya adalah ….(isi sendiri ya!!!)

Travis / Closer

I’ve had enough of this parade.
I’m thinking of the words to say.
We open up unfinished parts,
Broken up, it’s only love.

And when I see you then I know it will be next to me
And when I need you then I know you will be there with me
I’ll never leave you…

Just need to get closer, closer,
Lean on me now,
Lean on me now,
closer, closer,
Lean on me now,
Lean on me now.

Keep waking up (waking up), without you here (without you here).
Another day (another day), another year (another year).
I seek the truth (seek the truth), we set apart (we set apart)
Second glance, a second chance.

And when I see you then I know it will be next to me
And when I need you then I know you will be there with me
I’ll never leave you…

Just need to get closer, closer,
Lean on me now,
Lean on me now,
closer, closer,
Lean on me now,
Lean on me now (lean on me now).

And when I see you then I know it will be next to me
And when I need you then I know you will be there with me
I’ll never leave you… just need to get…

Just need to get closer, closer,
Lean on me now,
Lean on me now,
closer, closer,
Lean on me now,
Lean on me now (lean on me now).

closer, closer… closer, closer.



My Efforts on Double C
Agustus 3, 2007, 8:41 am
Filed under: Uncategorized

Perjuangan masih berlanjut, yeahhh!!!! Setelah semalaman ngerjain revisi (semoga saja yang terakhir) akhirnya aku musti menunggu lagi : Bu dosen ke Jakarta balik hari Senin, haaah….Semuanya masih berjalan seperti biasa (untuk minggu ini): kurang tidur, kurang makan dan jantung berdebar-debar nggak karuan. Bukan deg-degan seperti kalo mau ujian tapi deg-degan yang gimana…. gitu (sudah lama nggak ngalamin sejak tahun lalu).Ini gara-gara hari Senin lalu saat seorang teman tiba-tiba jadi mak comblang dadakan, he he he…nggak seperti yang sebelum-sebelumnya, yang sekarang ini mungkin yang paling aneh plus  jayus, serba straight  to the point sampe-sampe aku jadi ikut agak kacau dibuatnya. Tapi semoga ini tidak berakhir seperti yang lalu-lalu, aku ingin yang sekarang ini berhasil hingga happy ending, yah, semoga saja. Pokoknya aku mau berjuang keras buat “Double C” dehh!!!



Klenger Kuadrat
Agustus 1, 2007, 3:45 am
Filed under: Uncategorized

Batas waktu kelulusan sudah dekat, aaaaah….Minggu yang benar2 luar biasa!!! Tiap hari dibela-belain bangun pagi, ngentos di depan ruang dekanat selama hampir satu jam terus konsultasi skripsi dengan durasi yang super kilat, sangat kilat untuk menunjukkan secara optimal kemampuan untuk bernegosiasi dan keputusasaan. Bete, sang dosen taunya kita baik-baik aja karena selalu menebar senyum, hu hu hu…terus tetep disuruh revisi di endingnya. Dua hari lalu disuruh konsul ke Bu Nenik, males!!! Akhirnya diskusi sama anak X-tensi bimbingannya Pak Maruto yang ngalamin kesalahan dalam intepretasi hasil regresi. Gotcha!!! Paginya maju lagi dengan semangat 45, bawa lembar pengesahan lima biji,setelah malemnya sms ke temen-temen minta doa. Eeee…masih ada yang salah katanya, disuruh  konsul ke Pak Purbayu. Alhamdulillah…bapaknya lagi lowong, diskusi enak banget, bapaknya malah ikut curhat “Iya nih mbak, data sekarang payah-payah, diregress hasilnya gak sesuai teori. Pasti kerjaannya para politikus tuh, biar kinerjanya selalu dinilai bagus!!! Modelnya mbak udah bener kok”.PP ngasih saran tambah satu variabel dummy yaitu periode sebelum krisis dan sesudah krisis (gilingan!!!gue musti start dari awal lagi duonkkk!!!).’Oiya, mbak. Kalau mentok hasilnya, lihat aja komponen PDRB yang persamaan output total itu tuh,Y = C+I+G+(X-M). Pokoknya pinter-pinternya mbak aja buat ngasih alesan.” Blank, aku cuma ngangguk. Dengan perasaan campur aduk setelah les komputer di UPK aku langsung balik & Nyalain komputer. Sampe lupa makan, lupa mandi, angka2 terus menari-nari di depan mata. Variabel dummy sama sekali tidak bereaksi, hasilnya tambah jelek, tiba-tiba aku jadi mual & pengen muntah. Take a rest for a moment terus buka-buka buku makro & ingat ucapan PP yang terakhir. “Oiya, net ekspor!!! Masukin!!!” Tradaa….hasil positif!!! Girang!!! Guling-guling di kasur.

Paginya dengan semangat yang tersisa datang ke kampus (sebelumnya sempat muntah beneran di ruang tamu). Tiba di kampus Bu Dosen Pembimbing Ytc sudah datang, sibuk tunjuk sana-sini nyuruh OB ngangkutin arsip. Aku mondar-mandir, ibunya super mondar-mandir dan aku banyak dicuekin. Dengan sabar aku menunggu, akhirnya sang ibu pun tergerak untuk menyuruhku masuk.” Masih jelek!!! Coret sana  coret sini meski aku sudah menjelaskan duduk perkaranya. Bu Nenik datang ke ruang sang ibu, aku disuruh sekalian saja bimbingan ke  Bu Nenik. Ibunya malah geleng-geleng gak tahu. Akhirnya  dengan suara antara putus asa dan agak gondok aku membuka lembar terakhir menyerocos semua teori yang ada di pikiranku. “Kalo pake yang ini hasilnya lebih bagus Bu,variabel ekspornya tidak berkoefisien negatif lagi!!!” Ibunya terbelalak, “Ya sudah, kamu pake yang ini aja, oalah…untung aku tahu di akhir-akhir, ha ha ha…..” Aku lega, tapi dengan kening berkerut-kerut nggak ngarti sama pikiran sang ibu. Pas mau ngomong lagi sang ibu sudah berpindah lokasi dan asyik ngobrol sama dosen manajemen. “Terima kasih, Buuu…”ucapku dan ngeloyor pergi. Haaah…perjuangan masih berlanjut, moga-moga kali ini akan berhasil. Semoga saja. Tapi yang pasti nanti malam akan menjadi malam yang super sibuk yang artinya genap tiga malam aku nggak tidur.

To be continued….



Song of This Week
Juli 20, 2007, 2:33 am
Filed under: Uncategorized

Cry as much as I want to
Weep, I know I cant have you
I wipe my tears away, away

Wish, wish for the summer
Want, to pull over under
I wipe my tears away, away

I try, I try, I try
I try, I try, I try
I try to make the best at happiness

Im a broken heart
Im a broken heart
Im a broken heart
My love is bleeding

Im a broken heart
Im a broken heart
Im a broken heart
An empty feeling

I try, I try, I try
I try, I try, I try
I try to make do with much more of less

All, all of our moments
Have just become ailments
Im haunted all of every day

Ache, aching and teething
My big love is bleeding
I think I might be dying

I try I try I try
I try, I try, I try

I try to make the best at happiness

Im a broken heart
Im a broken heart
Im a broken heart
My love is bleeding

Im a broken heart
Im a broken heart
Im a broken heart
An empty feeling

The bird & The Bee/ I’m a Broken Heart (2007)



Harry Potter 4 was better
Juli 20, 2007, 2:20 am
Filed under: Uncategorized

Enough!! Itu ucapanku setelah dua jam lebih menonton Harry Potter 5  ato Order of Phoenix . Menonton HP  memang butuh perjuangan keras  yang hampir setara dengan menunggu dosen. Bayangkan, dulu sampai antri bermeter2 bareng para brondong2 yang ternyata tiap brondong ngeborong tiket buat bapak, emak, & sodara-sodaranya yang masih leha2 di rumah. Pas sudah cape’2 antri & udah sampe gilirannya, eeee…tiket pun habis. Akhirnya hanya perasaan dongkol yang tersisa. Tapi itu setahun yang lalu, pas bioskop yang baru belum muncul dan Citra 21 jadi satu-satunya monopolist di jagad perbioskopan Kota Semarang. But, that wasn’t a big problem. HP 4 was worth it!!! Aku sampe nonton 2 kali yang artinya I spent Rp 40.000,-, cukup impressive buat anak kos yang uang sakunya pas-pasan. Nah, sekarang uang 20 ribu serasa sejuta pas nonton HP 5. Sungguh disayangkan seri terbaru dari HP sangat membosankan. Konfliknya tidak dalam, ceritanya terkesan loncat-loncat. Bisa dibilang, tanpa kehadiran si Kembar Weasley HP 5 tidak layak ditonton. Untung saja akting Daniel Radcliffe et al cukup matang, jadi kekurangan pada script dapat tertutupi. Tapi secara keseluruhan dapat  disimpulkan bahwa untuk kali ini tidak ada acara nonton yang kedua kalinya. Semoga saja HP 6 dst nantinya lebih bagus dari HP 5, jujur saja, dari beberapa director HP series hanya  Mr. Cuaron  yang paling capable.  He he he… semoga saja ada seseorang yang kenal Mr. Cuaron yang sempat membaca blog ini.



Haven’t Officially Approved
Juli 20, 2007, 1:56 am
Filed under: Uncategorized

Dear Ibu Dosen Pembimbing  Skripsi,

Ibu, kapan skripsi Saya resmi di-acc? Kalau begini terus, kapan saya bisa lulus Bu? Kalau kisah Saya dibikin film mungkin saya memilih lagu Melly Goeslaw “gantung” untuk jadi OST-nya. Bu, bukannya skripsi Saya sudah tidak ditemukan lagi hal-hal yang perlu di revisi??? Kemarin ibu bilang cuma sarannya saja yang perlu diformat ulang.



Cool Songs
Juli 13, 2007, 2:36 am
Filed under: Uncategorized

Nggak tahu kenapa akhir-akhir ini jadi demam electro pop/rock & musik experimental. Enak banget di kuping, apalagi sambil bikin revisi (again!!!). Yap,sekarang aku lagi bikin revisi entah untuk yang keberapa kalinya. Tapi moga-moga ini untuk yang terakhir kalinya (cuma revisi bab V plus gambar KPT harus didesain ulang) dan moga2 cepet bisa ujian dengan sukses.Amin.

Yang bikin agak lega nih, Miss. Secretary kayaknya udah mulai melting (atau udah bosen plus capek nunjukin muka angker cuz sering ketemu ya???). Beberapa waktu lalu juga udah mau ngobrol-ngobrol meski agak gimana…gitu. Untunglah ada lagu-lagu keren yang tetap bikin semangat meski harus berpeluh2 (plus BTA-nya udah turun, Horeeee!!!). Seratus ribu kan lumayan,Bo!!!Bisa buat makan berapa kali tuh. Oiya, rencananya mau nonton Harpot 5 besok Senin. Waduhhh, can hardly wait niiih.

PalyList-ku sekarang :

>>> The New PNGR        : Myriad Harbor

>>> Klaxons                      : Golden Skans

>>> Kocky                         : Crush

>>> Sufjan Stevens          : Adlai

>>> The Bird & The Bee : I’m Broken Heart

>>>The Servant               : Liquify




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.