Diarsipkan di bawah: Uncategorized
bagi siapa saja yang memiliki paper “ekonomi transportasi” dimohon kepeduliannya untuk berbagi dengan yang punya blog ini. terimakasih….
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Feminism is a collection of social theories, political movements, and moral philosophies largely motivated by or concerned with the liberation of women. A large portion of feminists are especially concerned with what they perceive to be the social, political and economic inequality between the sexes which favors the male gender; some have argued that gendered and sexed identities, such as “man” and “woman”, are socially constructed. Feminists disagree over the sources of inequality, how to attain equality, and the extent to which gender and gender-based identities should be questioned and critiqued. In simple terms, feminism is the belief in social, political and economic equality of the sexes, and a movement organized around the belief that gender should not be the pre-determinant factor shaping a person’s social identity or socio-political or economic rights.(TAKEN FROM WIKIPEDIA)
OK,OK,ITU TADI DEFINISI PAHAM FEMINISME SECARA UMUM. BUT FOR ME, FEMINISME PUNYA MAKNA TERSENDIRI :
1. I HAVE TO ACOMPLISH MY STUDY AND GET A GOOD JOB BEFORE GET MARRIED
2. I HAVE A RIGHT TO LOVE ANYONE WHO DESERVEs MY LOVE. IDEALNYA SIH…
>>>>>>> lulusan princeton / harvard / yale / MIT
>>>>>>>> tinggi kayak edward spelleers (189 cm ) he he he…ini orang apa tiang listrik????
>>>>>>>> suara kayak gerald butler (syerem duooong…)
>>>>>>>> has a good job (artis hollywood juga ga’ papa deh )
>>>>>>>> body kayak mathew goode
>>>>>>>> sayang keluarga
>>>>>>>> suka mew, death cab for cutie, dan elvis costello
>>>>>>>> moviegoer
>>>>>>>> agak romantis
>>>>>>>> yang lain menyusul….
3. KETIGA DAN SETERUSNYA BIARLAH RAHASIA
JADI APA SIH MAKSUD DARI INI SEMUA. WELL, LET ME THINK. MMMM….OK, AKU GAK BAKALAN BERSTATUS ” IN RELATIONSHIP” DALAM WAKTU DEKAT INI. HE HE HE…MUNGKIN ADA YANG PUNYA PENDAPAT SUMBANG TENTANG INI ( YA, KAN mr.R???). BUT BEGINI LHO MAS, AKU INI WANITA. WANITA JELAS BEDA DENGAN PRIA ( LHO, KATANYA FEMINIS ???).DALAM SETIAP HUBUNGAN WANITA SELALU SAJA DIRUGIKAN (TERUTAMA KERUGIAN BATIN ) KARENA WANITA PUNYA KECENDERUNGAN SELALU MEMAKAI PERASAAN. ADA APA-APA PASTI DIMASUKIN KE HATI, JADINYA SERING SAKIT HATI. ITU YANG BIKIN AKU GAK PENGEN. TAPI AKU JUGA GAK SETUJU WANITA YANG TERLALU DIBUTAKAN OLEH PERASAAN HINGGA OTAKNYA TUMPUL. ADUUUUH…GAK BANGET DEEH..NORAK ABIS, APALAGI MASIH DALAM STATUS YANG GAK JELAS KAYAK “PACARAN”. WANITA MUSTI STAND TOUGH WITH OR WITHOUT A MAN, MUSTI PUNYA PRINSIP DAN PENDIRIAN YANG PERSONAL ( LU, LU !! GUE, GUE), JANGAN NGIKUT TERUS KAYAK BEBEK (WEK,WEK,WEK !!!), JANGAN GAMPANG NANGIS DI HADAPAN LAWAN JENIS ( NTAR DIKIRA QUEEN OF DRAMA ).
WELL, COBA DEH DENGERIN LAGUNYA SINEAD O’CONNOR YANG “NO MAN WOMEN “, JUST LISTEN & MAY BE YOU’LL GET SOMETHING.
(DECITA WITH LOVE )
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Dua orang gadis remaja tampak berdiri dengan muka kecewa di depan stadium. Ada apakah gerangan ??? Oh, ternyata mereka urung menonton pertunjukan bintang kesayangan mereka karena tiket telah sold out padahal mereka sudah mengantri sejak hari berikutnya dan uang yang mereka siapkan untuk membeli tiket itu sudah mereka tabung sejak setahun yang lalu dari uang saku mereka sehari-hari. Putus asakah???! Yah, sudah pasti.
Beberapa wartawan yang haus akan berita mendekati mereka. Wahai, ada apakah gerangan tanya mereka, dengan sorot mata penuh selidik tapi dengan intonasi yang penuh dengan perhatian yang menyejukkan. Mengalirlah sebuah cerita dari bibir salah satu gadis dan gadis yang lain beberapa kali menambahinya sehingga terdengar begitu dramatis. Sang wartawan mengangguk-angguk penuh dengan kepahaman. Wah, kalau memang demikian apa mau dikata. Stadium sudah ditutup dan konser mungkin sebentar lagi akan berakhir. Maklum, ini bintang mahal setiap detik berharga ratusan dolar. Tenang saja, konser hari ini begitu ramai pasti tahun depan mereka akan datang lagi. Jangan putus asa, OK??. Ucap sang wartawan penuh penghiburan seraya menepuk pundak salah satu gadis sebelum akhirnya meninggalkan keduanya. Kedua gadis berjalan dengan gontai menuju angkutan yang akan membawa mereka ke rumah sedangkan sang wartawan berjalan dengan muka sumringah sambil melempar-lemparkan sebuah kaset rekaman di kedua telapak tangannya. Aku sudah dapat bahan berita yang bagus, pikirnya.
Ketika kedua gadis itu sampai di rumah dan menangis di kamar masing-masing sang wartawan telah sampai di ruang redaksi. Ia melemparkan tasnya di meja dan segera menggabungkan diri dengan rekan-rekannya yang tengah bersantai setelah lelah memburu berita.
“ Kamu tahu berita apa yang kudapat hari ini?” tanyanya pada salah satu rekannya yang duduk paling dekat dengannya.
“ Yeah, yeah,yeah…apalagi kalau bukan berita pujaan semua orang saat ini yang katanya berhasil menjual 5 juta album. Heran deh, perasaan lagu-lagu yang dinyanyiin nggak ada bagus-bagusnya. Tapi kok banyak yang beli, ya?? Kata rekannya itu.
“ Ha ha ha…, ada yang lebih konyol lagi.” Ucap sang wartawan dengan muka misterius.
“ Hah, apa?, wartawan yang kurus keriting penasaran “ Jangan bilang kalau salah satu dari mereka sudah mengklaim dirinya sebagai gay. Basi ,tau !!! “ si kurus keriting membuang muka dengan tampang jengah.
“Weits, bukan, sama sekali bukan berita tentang boysband itu. Tapi tentang penggemarnya!”. Lalu mengalirlah sebuah cerita yang seru dari bibir sang wartawan yang tentu saja telah mengalami banyak make over di sana-sini sehingga lebih menggelitik syaraf.
“ Hua ha ha…,serius lo??! Tawa si kurus keriting pecah seketika.
“Benerrr! “ jawab sang wartawan mantap.
“Sebentar, gue bayangin deh. Hujan-hujan, berdiri tanpa payung dengan dandanan habis-habisan terus teriak-teriak kayak orang gila dan nggak nyadar kalo maskaranya luntur semua. Hua hua hua….lucu! Lucu banget! Lucu nggak, Tong?” Tanya si kurus keriting pada si mata empat yang sedari tadi berdiri di depan mesin capucino.Otong tergagap mendapat pertanyaan yang tiba-tiba meskipun dari tadi ia juga mencuri dengar cerita sang wartawan
“ Halahh, biasa aja! Udah sering liat yang begituan,nggak cuma di konser boysband luar yang jual tampang doang. Lihat aja konser bintang hasil kontes yang suara dan tampangnya senin – kamis, banyak yang pingsan! ” Ucap Otong. Mendapat sambutan yang tak terduga membuat sang wartawan dan si kurus keriting melongo memandang Otong.
“ Inget, coy! Kalian kan pernah muda, pasti pernah juga dong nglakuin hal-hal yang konyol. Harusnya kalian kasihan & berdoa. Semoga anak-anak kalian entar nggak sampe jadi groupies. “ lanjut Otong panjang lebar.
“ Oalaaaah….gadis yang malaaaang…” ucap Otong selanjutnya ketika menyetel kaset rekaman yang dibawa sang wartawan. Sang wartawan dan si kurus keriting terdiam. Entah apa yang ada di pikiran mereka.
Sekarang, bagaimana jadinya jika kedua gadis penggemar boysband tadi mendengar percakapan dari ruang redaksi surat kabar itu. Haaahh…yang pasti baik tawa ejekan yang membahana dan desahan rasa simpati adalah dua respon sangat menyakitkan. So, what’s she need exactly? Bukan wajah simpati ataupun tawa, tapi perkataan yang membesarkan jiwanya tanpa menghentikan langkah yang telah ditempuhnya. Man, captivating by something or someone is part of law of nature. Otak manusia terbagi menjadi dua bagian yaitu otak kiri dan otak kanan jadi apakah salah jika dalam pikiran manusia ada yang rasional dan tidak rasional??. Misalkan saja si X, ia merasa sangat rasional menyukai si Y sehingga rela melakukan perbuatan-perbatan yang tidak rasional.Sedangkan atas diri X, Z berpendapat bahwa X sangat tidak rasional jika menyukai si Y sehingga sangat rasional jika X harus menghentikan perbuatan-perbuatan yang dianggapnya konyol. Seseorang bebas menyukai siapa saja dan apa saja. Kita tidak perlu merisaukan akan itu apalagi sampai berepot-repot mengurusinya hingga rela mengeluarkan energi untuk tertawa atau mengucapkan “ what a poor …”. Keep silent! Silence is gold! Jika orang lain menyukai sesuatu meskipun sekonyol apapun sesuatu itu. Berpikirlah secara timbal balik : may be someday I’ll be your biggest fan though you don’t deserve that cause somebody else thinks that you’re pediculous.
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Is there a word or right to say
Even in this old fashioned way
Go make your move, girl
I’m not coming home
Would things have changed if I could’ve stayed
Would you have loved me either way
Dressed to the blues.
Day to day with my collar up.
Decision sits so make it quick
A breath inhaled from an air so sick
I cursed the day I had learned
Of the web you spun…
You had your hold till bleeding
(Hey, Hey!)
If it was up to me
I would’ve figured you out
Way before the year clocked out
Oh, I hope you’re waiting
(Hey, Hey!)
If it was up to me
I would have never walked out
So until the sun burns out
Oh, i hope you’re waiting
We have lived as a child would care
With this vial to drink I dare
(Oh where have you been, oh where have you been)
Only to cry all alone with your taste on tongue
(Oh where have you been if it hurts to be forgiving, Bye)
Should we try this again with hope (Bye, bye)
Or is it lost, give up the ghost
And should I die all alone as I knew I would…
(Then burn in hell young sinner)
(Hey, Hey!)
If it was up to me
I would have figured you out
Way before the year clocked out
Oh, i hope you’re waiting
Oh, i hope you’re waiting
Listen well will you marry me (Not now, Boy)
And are you well in the Suffering (You’ve been)
The most gracious of hosts
You may be invited, girl, but you’re not coming in
Listen well will you marry me (Not now, Boy)
And are you well in the Suffering (You’ve been)
The most gracious of hosts
I may be invited, girl, but I’m not coming in
(Hey, Hey!)
If it was up to me
I would have figured you out
Way before the year clocked out
Oh, i hope your’re waiting
(Hey, Hey!)
If it was up to me
I would have never walked out
So until the sun burns out
Oh, i hope you’re waiting
Listen well will you marry me (Not now, Boy)
And are you well in the Suffering (You’ve been)
The most gracious of hosts
You may be invited, girl, but you’re not coming in
Listen well will you marry me (Not now, Boy)
And are you well in the Suffering (You’ve been)
The most gracious of hosts
I may be invited, girl, but I’m not coming in
Listen well will you marry me (Not now, Boy)
And are you well in the Suffering (You’ve been)
The most gracious of hosts
You may be invited, girl, but you’re not coming in
Listen well will you marry me (Not now, Boy)
And are you well in the Suffering (You’ve been)
The most gracious of hosts
I may be invited, girl, but I’m not coming in
And you’re not coming in!
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Ok,let’s talk about anything that happened lately. Pernah dengar lagunya Vety Vera yang judulnya ”sedang-sedang saja”? Kupikir lagu ini punya arti filosofis atau apapun istilahnya yang lebih dahsyat dari lagunya Elton John ”imagene”. Alkisah pada dasarnya seseorang selalu menempatkan porsi yang berlebih atas sesuatu yang disenanginya, disayanginya, atau dikaguminya. Ok, that’s a normal thing. Anybody does it. Tapi pasti ada something yang akan terjadi dan pada akhirnya akan membuat orang itu berkata ” oh, iya ya…, ternyata …” in short, penyesalan pasti akan datang.
Ok, ada sebuah cerita tentang seseorang yang tak mau disebut namanya. He was nobody many years ago.Nobody wanted to talk with him, setidaknya kalau memang tidak terpaksa sekali. But,he was really happy and had no problem with that. He believed “ I’m a kind guy. That’s ok nobody wants to talk with me right now.Someday, somewhere out there some people will want me to talk to them “. Akhirnya saat itu datang juga, lebih cepat dari yang ia duga.Ia dikelilingi oleh orang-orang yang mungkin menyayanginya dan ia tidak pernah kehabisan hal-hal yang akan ia ceritakan kepada mereka. Ia sangat menyayangi mereka tulus dari dalam hati,Cuma terkadang ia malu untuk mengakuinya, atau menunjukkannya kepada mereka. Terkadang ia merasa sangat norak dengan hal itu atau apapun namanya. Tapi dalam sanubarinya ia sangat mengagung-agungkan mereka, ia sangat memuja mereka, bahkan ia telah membuat rancangan yang akan melibatkan mereka dalam sisa hidupnya. Sungguh sebuah perbuatan yang naif tapi sangat mengharukan.” Aku telah membuat daftar tamu yang akan kuundang di pesta pernikahanku nanti. Mereka semua pasti akan kuundang dan salah satu dari mereka akan menjadi pendamping pria dan pendamping wanita. Atau mungkin salah satu dari mereka namanya akan kupakai untuk menamai anakku ”. Ia begitu bahagia, setiap saat ia melihat foto-foto mereka, dan ia akan tertawa seakan-akan tidak ada yang lebih lucu dari sekuel scary movie atau date movie.Tapi dunia selalu penuh dengan kejutan, apa yang ia dapat kemudian? Fakta-fakta yang menyakitkan mulai bermunculan.” Aku bisa mengatakan, **ck off!!!” Ia merasa telah salah dan terlalu cepat mengambil keputusan.Ia tak habis pikir kenapa orang begitu mudah mengkhianati kepercayaan yang ia bangun dengan susah payah hanya demi sebuah hal bodoh yang ”sepele nggawe”.Ia sekarang mengalami apa yang disebut dirinya dengan sindroma kompleks yang merupakan perpaduan antara ” sinisme, sarkasme, dan skeptisme ”. ” Kupikir aku telah menjadi -a perfect middle java minded person- bukan lagi orang yang a half east dan a half middle. Aku sudah menjadi ahli sekarang. Aku bisa tetap tersenyum meski hati berkata ” who care’s!pergi saja ke ******!aku tak percaya dengan semua ucapanmu.”Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?”,tanyaku.” Kembali ke diriku yang dulu. Tapi…kupikir tak ada salahnya menjadi ” a perfect middle java minded person”. Dunia penuh dengan kebohongan, ini adalah trik, konsep dan metode survival yang sangat berpotensi ”.Aku hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala. ” Kamu tahu, aku selalu menganggap dignity adalah segala-galanya. Cuma terkadang orang tidak tahu akan hal itu sehingga mereka menganggap aku tidak perlu dianggap. Bahkan mereka mengira aku mau dengan barang-barang bekas mereka, ha ha ha…Enak saja!!! Kalaupun baru, diberi gratis pun aku tak akan mau ”.” Ok, lupakan dengan dignity yang bisa dibilang telah menjadi berhala bagimu. Aku ingin kutanyakan, kenapa kau menangis saat itu? Bukankah tidak menangis lebih bisa mengamankan harga dirimu ?”tanyaku.
” Dear me, menangis adalah salah satu cara untuk meraih legitimasi. Orang yang terlanjur dianggap dan merasa bersalah akan mengeluarkan senjata pamungkasnya yaitu tangisan untuk sepercik pembenaran atau setidaknya simpati. Tapi bukan karena itu aku menangis, aku menangis karena memang betul-betul sedih karena telah dikhianati. Kukira harga diriku tetap aman-aman saja, because this is natural, human being, pria juga manusia yang terkadang punya hasrat untuk mengeluarkan cairan mata tak peduli harga dirinya setinggi mount everest atau serendah laut mati.”
Akhirnya ia memang kembali ke dirinya yang hampir empat tahun yang lalu ia tinggalkan. Ia merasa bahagia dengan dirinya yang untouchable, ia mulai meninggalkan orang-orang yang disayanginya kecuali keluarganya meski sesekali untuk memperlihatkan orientasi barunya yang ”aPMJMP” ia melongok mereka dari balik tirai. Ia terlihat sangat bahagia,meski masih selalu berharap pada bintang jatuh bahwa suatu hari nanti akan ada seseorang atau sesuatu yang akan mengembalikan kepercayaannya yang telah terenggut.
” Aku suka Mew, the cardigans, dan james blunt, tapi sedang-sedang saja,Aku suka seseorang di kelas akuntansi 2001, tapi sedang-sedang saja, Aku jatuh cinta pada salah satu tokoh dongeng, tapi sedang-sedang saja, dan aku berharap orang-orang yang merasa aku telah menyakitinya padahal aku sama sekali tak melakukannya akan sadar dengan kesalahannya, tapi ini juga sedang-sedang saja.”
” Bravo sedang-sedang saja!!!”
Thanks to Papa, Mama, Vicky & Ridha atas supportnya.I love you all more than anything in this world. Nothing compares to you even a friend that I thougt really understand me. You’re right, if BI is the land of the last resort for commercial bank in this country, You’re all is my last resort.
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Tahun baru 2007 mungkin adalah salah satu tahun baru yang terbaik sampai saat ini. Bukan hanya karena momentnya yang bersamaan dengan idul adha tapi juga mungkin karena euforia hujan yang bikin air di sumur full kembali ( thanks God ) dan pohon rambutan yang lagi berbuah. Malamnya memang gak bisa tidur walau gak ngapa-ngapain dan terpaksa tidur sekasur sama my brother karena satu dan lain hal ( aneh kali ya, masa’ udah gedhe masih bobo’ bareng ) jadinya kita berdua dengerin lagu-lagu dari radio dan untuk memeriahkan suasana aku merequest the most favorite song of 2006 which is the suffering dari Coheed & Cambria. Alamaaaak….nendang banget tuh lagu & made me realize that I should not ignore my beloved “C”.Haaah…
Paginya aku shalat ied terus nyapu halaman yang luasnya hampir selapangan sepakbola ( halaman tiga rumah, Bo!!!). Kebetulan acara pembantaian kambingnya di belakang rumahku otomatis jadi rame banget kayak pasar tiban. Pas lagi rame-ramenya dan kupikir orang sedesa pada kumpul di sana kecuali aku, lalu aku naik ke lantai dua sambil tengok kanan kiri dan…..walaa…aku metik rambutan tetangga yang rantingnya menjulur ke lantai dua rumahku. He he he….Enak banget Bo! Sumpah! Pas ketahuan mama aku cuman senyum2 dan mama bilang “Ga papa, karena rantingnya menjulur ke rumah kita, jadinya rambutannya jadi milik kita ” Buntut-buntutnya mama juga ikut-ikutan metik dan metiknya ga’ tanggung-tanggung sampe bikin perut gendut. Oalaah…buah memang tidak jatuh jauh dari pohonnya.