Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Teman-teman yang saya sayangi, dengan tulisan ini saya memberithukan bahwa saya telah mendaftar ujian skripsi. Maka dari itu, dengan tulisan ini pula Saya memohon doa dari teman-teman sekalian semoga Saya berhasil mengikuti ujian dengan lancar tanpa hambatan suatu apapun dan berhasil lulus dari program S1 Ilmu Ekonomi studi Pembangunan. Amin.
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
He he he…minggu ini nggak tau kenapa jadi melankolik, jadi mendayu-dayu…Buat siapa aja coba deh dengerin lagu ini di kamar, malam-malam sekitar jam 12 teng! sambil bayangin someone special yang mungkin sudah beyond our reach. Dengarkan…rasakan…yang terjadi selanjutnya adalah ….(isi sendiri ya!!!)
Travis / Closer
I’ve had enough of this parade.
I’m thinking of the words to say.
We open up unfinished parts,
Broken up, it’s only love.
And when I see you then I know it will be next to me
And when I need you then I know you will be there with me
I’ll never leave you…
Just need to get closer, closer,
Lean on me now,
Lean on me now,
closer, closer,
Lean on me now,
Lean on me now.
Keep waking up (waking up), without you here (without you here).
Another day (another day), another year (another year).
I seek the truth (seek the truth), we set apart (we set apart)
Second glance, a second chance.
And when I see you then I know it will be next to me
And when I need you then I know you will be there with me
I’ll never leave you…
Just need to get closer, closer,
Lean on me now,
Lean on me now,
closer, closer,
Lean on me now,
Lean on me now (lean on me now).
And when I see you then I know it will be next to me
And when I need you then I know you will be there with me
I’ll never leave you… just need to get…
Just need to get closer, closer,
Lean on me now,
Lean on me now,
closer, closer,
Lean on me now,
Lean on me now (lean on me now).
closer, closer… closer, closer.
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Perjuangan masih berlanjut, yeahhh!!!! Setelah semalaman ngerjain revisi (semoga saja yang terakhir) akhirnya aku musti menunggu lagi : Bu dosen ke Jakarta balik hari Senin, haaah….Semuanya masih berjalan seperti biasa (untuk minggu ini): kurang tidur, kurang makan dan jantung berdebar-debar nggak karuan. Bukan deg-degan seperti kalo mau ujian tapi deg-degan yang gimana…. gitu (sudah lama nggak ngalamin sejak tahun lalu).Ini gara-gara hari Senin lalu saat seorang teman tiba-tiba jadi mak comblang dadakan, he he he…nggak seperti yang sebelum-sebelumnya, yang sekarang ini mungkin yang paling aneh plus jayus, serba straight to the point sampe-sampe aku jadi ikut agak kacau dibuatnya. Tapi semoga ini tidak berakhir seperti yang lalu-lalu, aku ingin yang sekarang ini berhasil hingga happy ending, yah, semoga saja. Pokoknya aku mau berjuang keras buat “Double C” dehh!!!
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Batas waktu kelulusan sudah dekat, aaaaah….Minggu yang benar2 luar biasa!!! Tiap hari dibela-belain bangun pagi, ngentos di depan ruang dekanat selama hampir satu jam terus konsultasi skripsi dengan durasi yang super kilat, sangat kilat untuk menunjukkan secara optimal kemampuan untuk bernegosiasi dan keputusasaan. Bete, sang dosen taunya kita baik-baik aja karena selalu menebar senyum, hu hu hu…terus tetep disuruh revisi di endingnya. Dua hari lalu disuruh konsul ke Bu Nenik, males!!! Akhirnya diskusi sama anak X-tensi bimbingannya Pak Maruto yang ngalamin kesalahan dalam intepretasi hasil regresi. Gotcha!!! Paginya maju lagi dengan semangat 45, bawa lembar pengesahan lima biji,setelah malemnya sms ke temen-temen minta doa. Eeee…masih ada yang salah katanya, disuruh konsul ke Pak Purbayu. Alhamdulillah…bapaknya lagi lowong, diskusi enak banget, bapaknya malah ikut curhat “Iya nih mbak, data sekarang payah-payah, diregress hasilnya gak sesuai teori. Pasti kerjaannya para politikus tuh, biar kinerjanya selalu dinilai bagus!!! Modelnya mbak udah bener kok”.PP ngasih saran tambah satu variabel dummy yaitu periode sebelum krisis dan sesudah krisis (gilingan!!!gue musti start dari awal lagi duonkkk!!!).’Oiya, mbak. Kalau mentok hasilnya, lihat aja komponen PDRB yang persamaan output total itu tuh,Y = C+I+G+(X-M). Pokoknya pinter-pinternya mbak aja buat ngasih alesan.” Blank, aku cuma ngangguk. Dengan perasaan campur aduk setelah les komputer di UPK aku langsung balik & Nyalain komputer. Sampe lupa makan, lupa mandi, angka2 terus menari-nari di depan mata. Variabel dummy sama sekali tidak bereaksi, hasilnya tambah jelek, tiba-tiba aku jadi mual & pengen muntah. Take a rest for a moment terus buka-buka buku makro & ingat ucapan PP yang terakhir. “Oiya, net ekspor!!! Masukin!!!” Tradaa….hasil positif!!! Girang!!! Guling-guling di kasur.
Paginya dengan semangat yang tersisa datang ke kampus (sebelumnya sempat muntah beneran di ruang tamu). Tiba di kampus Bu Dosen Pembimbing Ytc sudah datang, sibuk tunjuk sana-sini nyuruh OB ngangkutin arsip. Aku mondar-mandir, ibunya super mondar-mandir dan aku banyak dicuekin. Dengan sabar aku menunggu, akhirnya sang ibu pun tergerak untuk menyuruhku masuk.” Masih jelek!!! Coret sana coret sini meski aku sudah menjelaskan duduk perkaranya. Bu Nenik datang ke ruang sang ibu, aku disuruh sekalian saja bimbingan ke Bu Nenik. Ibunya malah geleng-geleng gak tahu. Akhirnya dengan suara antara putus asa dan agak gondok aku membuka lembar terakhir menyerocos semua teori yang ada di pikiranku. “Kalo pake yang ini hasilnya lebih bagus Bu,variabel ekspornya tidak berkoefisien negatif lagi!!!” Ibunya terbelalak, “Ya sudah, kamu pake yang ini aja, oalah…untung aku tahu di akhir-akhir, ha ha ha…..” Aku lega, tapi dengan kening berkerut-kerut nggak ngarti sama pikiran sang ibu. Pas mau ngomong lagi sang ibu sudah berpindah lokasi dan asyik ngobrol sama dosen manajemen. “Terima kasih, Buuu…”ucapku dan ngeloyor pergi. Haaah…perjuangan masih berlanjut, moga-moga kali ini akan berhasil. Semoga saja. Tapi yang pasti nanti malam akan menjadi malam yang super sibuk yang artinya genap tiga malam aku nggak tidur.
To be continued….